Makalah Tentang INFLASI
Oleh Muh. khuwailid H
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Inflasi
di dunia ekonomi modern sangat memberatkan masyarakat. Hal ini dikarenakan
inflasi dapat mengakibatkan lemahnya efisiensi dan produktifitas ekonomi
investasi, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta pendapatan di
masa yang akan datang. Keberadaan permasalahan inflasi dan tidak stabilnya
sektor riil dari waktu ke waktu senantiasa menjadi perhatian sebuah rezim
pemerintahan yang berkuasa serta otoritas moneter . Lebih dari itu, ada kecenderungan
inflasi dipandang sebagai permasalahan yang senantiasa akan terjadi . Hal ini
tercermin dari kebijakan otoritas moneter dalam menjaga tingkat inflasi. Setiap
tahunnya otoritas moneter senantiasa menargetkan bahwa angka atau tingkat
inflasi harus diturunkan menjadi satu digit atau inflasi moderat.
Maka
dari itu, mengatasi inflasi merupakan sasaran utama kebijakan moneter. Pengaruh inflasi cukup besar pada kehidupan ekonomi, inflasi
merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapat perhatian para
ekonom, pemerintah, maupun masyarakat umum. Berbagai teori, pendekatan dan
kebijakan dikembangkan supaya inflasi dapat dikendalikan sesuai dengan yang
diinginkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud
inflasi?
2. Penggolongan Inflasi
3. Faktor-faktor penyebab
timbulnya inflasi di Indonesia ?
4. Apahkah dampak yang
ditimbulkan dari inflasi?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Inflasi
Inflasi
mempunyai pengertian sebagai sebuah gejala kenaikan harga barang yang bersifat
umum dan terus-menerus. Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga secara
terus-menerus yang bersumber dari terganggunya keseimbangan antara arus uang
dan barang. Dari pengertian ini, inflasi mempunyai penjelasan bahwa inflasi
merupakan suatu gejala dimana banyak terjadi kenaikan harga barang yang terjadi
secara sengaja ataupun secara alami yang terjadi tidak hanya di suatu tempat,
melainkan diseluruh penjuru suatu negara bahkan dunia. Kenaikan harga ini
berlangsung secara berkesinambungan dan bisa makin meninggi lagi harga barang
tersebut jika tidak ditemukannya solusi pemecahan penyimpangan – penyimpangan
yang menyebabkan terjadinya inflasi tersebut.
Perlu
diingat bahwa kenaikan harga dari satu atau dua barang saja
tidak disebut inflasi
B. Penggolongan
Inflasi
·Inflasi Ringan (Di bawah 10% setahun)
·Inflasi Sedang
·Inflasi
Berat ( antara 50-100% setahun)
·Hiper Inflasi (di atas 100% setahun)
Penyebab Inflasi, dapat dibagi menjadi :
1. Demand Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan
agregat yang melebihi kenaikan penawaran agregat
2. Supply Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat
yang melebihi permintaan agregat
3. Demand Supply
Inflation,
yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat
yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga harga menjadi
meningkat lebih tinggi
4 Supressed Inflation atau Inflasi yang
ditutup-tutupi,
yaitu inflasi yang pada suatu waktu akan timbul dan menunjukkan dirinya karena
harga-harga resmi semakin tidak relevan dalam kenyataan.
C.
Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Inflasi
1. Jumlah uang beredar
Di
Indonesia jumlah uang beredar ini lebih banyak diterjemahkan dalam konsep
narrow money (MI). Hal ini terjadi karena masih adanya tanggapan, bahwa uang
dikuasai hanya merupakan bagian dari likuiditasi perbankan. Sejak tahun 1976
presentase uang kuartal yang beredar (48,7%) lebih kecil daripada presentase
jumlah uang giral yang beredar (51,3%).sehingga mengindikasikan bahwa telah
terjadi proses modernisasi di sektor moneter Indonesia.
2. Defisit Anggaran Belanja Pemerintah
Defisitnya
anggaran belanja ini banyak sekali disebabkan oleh hal-hal yang menyangkut
keterangan struktural ekonomi Indonesia, yang acap kali menimbulkan kesenjangan
antara kemauan dan kemampuan untuk membangun. Selama pemerintahan Orde lama
defisit anggaran belanja ini acapkali di biaya dari dalam negeri dengan cara
melakukan pencetakan uang baru, mengingat orientasi kebijaksanaan pembangunan
ekonomi yang inward looking policy, sehingga menyebabkan tekanan inflasi yang
hebat, tetapi sejak era Orde Baru, defisit anggaran belanja ini di tutup dengan
pinjaman luar negeri yang nampaknya relatif aman terhadap tekanan inflasi.
D. Efek Yang Ditimbulkan Dari Inflasi
1. Efek terhadap pendapatan (Equity Effect)
Efek terhadap pendapatan sifatnya tidak
merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang di untungkan dengan adanya
Inflasi. Seseorang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan oleh adanya
inflasi. Misalnya seorang yang memperoleh pendapatan tetap Rp. 500.000,00 per
tahun sedang laju inflasi sebesar 10%, akan menderita kerugian penurunan
pendapatan riil sebesar laju inflasi tersebut, yakni Rp.50.000,00
2. Efek terhadap efisiensi (Efficiency
Effect)
Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi
faktor-faktor produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan
akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan
dalam produksi beberapa barang tertentu sehingga mengakibatkan alokasi faktor
produksi menjadi tidak efisien.
3. Efek terhadap Output (Output Effect)
Dalam menganalisa kedua efek diatas (Equity
dan Efficiency Effect) digunakan suatu anggapan bahwa output tetap. Hal ini
dilakukan supaya dapat diketahui efek inflasi terhadap distribusi pendapatan
dan efisiensi dari jumlah output tertentu tersebut.
4. Inflasi dan Kemakmuran masyarakat.
Disamping menimbulkan efek buruk di atas
kegiatan ekonomi Negara, inflasi juga akan menimbulkan efek-efek berikut kepada
individu masyarakat :
a. Inflasi akan menimbulkan pendapatan riil
orang-orang yang berpendapatan tetap.
b. Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan
yang berbentuk uang.
c. Memperburuk pembagian kekayaan.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun
simpulan dari penjelasan mengenai Inflasi tersebut di atas adalah :
1. Inflasi merupakan suatu gejala dimana
banyak terjadi kenaikan harga barang yang terjadi secara sengaja ataupun secara
alami yang terjadi tidak hanya di suatu tempat, melainkan diseluruh penjuru
suatu negara bahkan dunia
2. Faktor-faktor
Penyebab Timbulnya Inflasi yaitu: Jumlah
uang beredar, defisit anggaran belanja pemerintah
4.Cara mencegah Inflasi yaitu: Kebijakan moneter, kebijaksanaan
fiskal, kebijaksanaan yang berkaitan dengan Output, kebijaksanaan
Penentuan Harga dan Indexing, kebijakan lain, perbaikan prilaku
masyarakat.
Cara mengatasi Inflasi
Untuk mengatasi terjadinya Inflasi, bisa
dilakukan kebijakan uang ketat meliputi :
1. Peningkatan tingkat suku bunga.
2. Penjualan surat berharga.
3. Peningkatan cadangan Kas.
4. Pengetatan pemberian kredit.
Comments
Post a Comment